Mual dan Muntah Saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mual dan muntah saat hamil biasanya disebut dengan morning sicknes. Meski begitu, keluhan yang dialami ibu hamil ini tak hanya muncul di pagi hari, tapi juga saat siang dan malam hari. Bahkan, bisa jadi muncul secara tak menentu.

Tak sedikit ibu hamil yang mengeluhkan mual dan muntah karena menganggu aktivitas sehari-hari. Bukan hanya membuat ibu hamil harus sering ke toilet, mual dan muntah saat hamil juga dapat menyebabkan tubuh ibu terasa lemas dan tenggorokan panas.

mual-muntah-ibu-hamil

Mual dan muntah selama hamil ini bisa disebabkan oleh berbagai hal. Berikut penyebab mual dan muntah saat hamil, serta cara mengatasinya.

1. Perubahan hormon

Di masa kehamilan, kadar hormon akan mengalami perubahan. Bahkan, kadar hormon estrogen akan meningkat hingga 100 kali lebih tinggi. Begitu pula dengan kadar progesteron yang juga akan meningkat.

 

Selain itu, di masa awal kehamilan akan terjadi peningkatan hormon human chorionic gonadotropin atau hCG. Hormon ini sebenarnya menjadi tolak ukur bahwa janin berkembang dengan baik.

 

Namun, di sisi lain peningkatan kadar hCG juga dikaitkan dengan mual dan muntah di awal kehamilan. Apalagi, kadar hCG paling tinggi saat usia kehamilan 9 minggu dan akan menurun seiring berjalannya waktu.

 

Oleh sebab itu, biasanya mual dan muntah hanya terjadi di masa awal kehamilan dan akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia kehamilan.

 

2. Sensitivitas meningkat

Saat hamil sensitivitas tubuh akan meningkat. Hal ini dipengaruhi oleh bagian otak yang menjadi lebih sensitif di masa kehamilan. Akibatnya, respon terhadap pemicu mual dan muntah pun akan meningkat.

Karena meningkatnya sensitivitas inilah, aroma atau bau-bauan tertentu juga bisa menjadi pemicu mual dan muntah pada ibu hamil.

 

3. Stres

Stres merupakan salah satu pemicu gangguan pencernaan. Apalagi jika mengalami stres saat hamil, rasa mual dan muntah pun akan memburuk.

Untuk itu, usahakan agar tidak terlalu stres selama masa kehamilan agar tidak mual dan muntah.

 

4. Kelelahan

Ibu hamil biasanya mudah lelah. Hal ini juga menjadi pemicu rasa mual dan muntah. Oleh karena itu, ibu hamil harus mendapat istirahat cukup untuk mencegah mual dan muntah.

 

5. Kehamilan pertama

Para wanita biasanya lebih sering mengalami mual dan muntah saat kehamilan pertama. Salah satunya karena adaptasi tubuh terhadap kehamilan yang menyebabkan peningkatan hormon secara pesat dan tiba-tiba.

Selain kelima hal di atas, faktor genetik atau keturunan juga menjadi salah satu penyebab mual dan muntah saat hamil. Jika ada keluarga yang mengalami mual muntah selama kehamilan, kemungkinan besar hal serupa juga akan terjadi pada Anda.

Namun, tak perlu khawatir berlebih. Pasalnya, rasa mual ini biasanya hanya terjadi pada masa awal kehamilan hingga usia kehamilan 3 bulan. Setelah 3 bulan, rasa mual dan muntah akan menghilang perlahan.

Selain itu, ada beberapa cara untuk mengatasi mual dan muntah selama kehamilan, yaitu:

  1. Istirahat cukup.
  2. Makan dengan porsi sedikit, tapi sering.
  3. Menghindari makanan dan minuman dengan aroma menyengat yang bisa memicul mual dan muntah.
  4. Mengonsumsi makanan atau minuman yang dapat mengurangi rasa mual seperti wedang jahe atau teh jahe.
  5. Tidak langsung berbaring setelah makan.
  6. Menghindari makanan berlemak seperti gorengan.
  7. Mengenakan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu ketat di bagian pinggang atau perut.

 

Perlu diketahui, mual dan muntah adalah hal yang wajar di masa kehamilan. Kondisi ini umumnya juga tidak membahayakan janin di dalam kandungan.

Namun, jika mual dan muntah menyebabkan nyeri hebat di perut, lemas hingga penurunan kesadaran, demam, tidak dapat makan dan minum selama 24 jam, serta muntah darah, maka segera periksakan diri ke dokter spesialis kandungan RS Graha Medika Banyuwangi agar mendapat penanganan tepat.

Tags :
Share This :